Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Biar Tuhan yang Urus Sisanya

17 November 2019 Plaza Surabaya Hujan baru berhenti Sekelebat berfikir, bahwa Bapak itu bisa saja hanya bohong. Tapi, lalu kenapa Tuhan menggerakkan hati ini? Ah biarlah.  Lalu biar Tuhan yang urus sisanya. Si Bapak menangis, mengusap kedua mata dengan telapak tangannya, lalu berjalan menjauh sambil memandangi uang di tangannya. "Saya cuma butuh Rp 16.000 mbak, untuk ongkos pulang ke Bojonegoro. Saya tadinya mau kerja bangunan di sini tapi ternyata saya ditipu. Saya mau pulang. Cuma sisa uang Rp 7.000, biayanya Rp 22.000 untuk naik bus ke sana." xxx Rupiah untuk Bapak, semoga jadi pengharapan baru setelah ujian pekerjaan datang. "Yakin kamu enggak kena tipu, Yen?" temanku bertanya. Hmm, biar Tuhan yang urus sisanya sama si Bapak. Tugasku sudah selesai .

Mencari Aku

Tepian itu keruh. Dia bahkan tak melihat wajahnya di pantulan air itu. Lalu termangu cukup lama. Baru kali ini ia berkonflik dengan seseorang yang selama hidup paling ia percaya. Dirinya sendiri. Lalu sebuah kesadaran datang padanya. Hanya tepiannya yang bermasalah. Dia tidak ragu. Dia hanya perlu menyelam lebih dalam sampai ke dasar. Di sana dia yakin ada kekuatan yang ia cari.  Mungkin sebuah mata air yang jernih dan lama tak terurus namun tetap menggetarkan dan menyejukkan bagi siapa saja yang berani menyelaminya. Sumber yang berasal dari Sang Penciptanya, yang kesejukannya tak diragukan lagi. Dia kini mulai letih, padahal baru sebentar memulai. Panas mulai membakar tak hanya wajahnya namun juga hatinya. Seteguk demi seteguk dicobanya meminum air tepian itu, tapi yang ada dia makin haus dan lelah. Bisikan itu tiba-tiba saja datang. Katanya dia telah lama pergi dari pesisir, memanjakan gunung hingga lupa akan pantai. Hari ini, di hari-hari yang ...