Biar Tuhan yang Urus Sisanya
17 November 2019 Plaza Surabaya Hujan baru berhenti Sekelebat berfikir, bahwa Bapak itu bisa saja hanya bohong. Tapi, lalu kenapa Tuhan menggerakkan hati ini? Ah biarlah. Lalu biar Tuhan yang urus sisanya. Si Bapak menangis, mengusap kedua mata dengan telapak tangannya, lalu berjalan menjauh sambil memandangi uang di tangannya. "Saya cuma butuh Rp 16.000 mbak, untuk ongkos pulang ke Bojonegoro. Saya tadinya mau kerja bangunan di sini tapi ternyata saya ditipu. Saya mau pulang. Cuma sisa uang Rp 7.000, biayanya Rp 22.000 untuk naik bus ke sana." xxx Rupiah untuk Bapak, semoga jadi pengharapan baru setelah ujian pekerjaan datang. "Yakin kamu enggak kena tipu, Yen?" temanku bertanya. Hmm, biar Tuhan yang urus sisanya sama si Bapak. Tugasku sudah selesai .