Hening Membawa Pesan Tuhan
Kemarin saat mengikuti sebuah sesi bertajuk, "How to be a great facilitator" aku jadi tersadar ada yang jauh lebih penting dari teknik dan cara. Satu dari hal penting itu adalah tentang percaya dan apresiatif pada keheningan. Saat sesi tersebut, ada momen di mana aku dan peserta diminta bermeditasi dalam sunyi. Biasanya kan ada musik-musik yang mengiringi, tapi ini tidak. Kami diminta untuk menajamkan indera pendengaran pada suara apapun yang ada, selirih apapun, meski jika suara itu tidak ada. Kemudian di kesempatan berikutnya ketika trainer melontarkan sebuah pertanyaan dan kami semua diam, ada jeda yang lebih panjang dari yang aku sangka, sampai kemudian ada respon yang terdengar. Selama momen-momen dalam sunyi itu aku merasa tidak nyaman. Rasanya menakutkan, kikuk, aneh dan seperti ada yang salah. Di akhir, trainer menyampaikan, "Seorang fasilitator harus terbiasa dengan keheningan. Sunyi atau diam ketika sesi itu juga sebuah proses dan respon yang perlu diterima...