Routers 14
Routers, yang katanya lulusan Hogwarts . Awalnya satu RT. Sampai mikir, becanda nih kalau kita satu penempatan. Eh taunya malah satu kecamatan. Menjadi seorang perempuan diantara dua lelaki ini kadang ada senengnya, kadang ada sebelnya. Dua lelaki yang malah lebih rewel kalau masalah makanan, kebersihan, dan baju diskon. Jadi perempuan di antara mereka kadang aku jadi harus lebih logis dan tangguh, sebentar mengesampingkan sisi 'F' yang dominannya keterlaluan. Jadi perempuan diantara mereka sudah kebal dibilang cengeng, rapuh, lemah, penakut, walaupun nyatanya cuma di bibir aja. Nyatanya yang buatin bubur waktu meriang ya mereka ini, yang kirimin paket kebahagiaan berupa seamplop surat yang isinya penguatan ya mereka, yang stand bye pasang telinga kalau keluh kesah tiba-tiba harus tumpah ya mereka, yang nungguin Ayen di kamar sebelah sampai bener-bener tidur ya mereka ini. Maklum, Ayennya penakut. Dari mulai melewati dua jembatan putus, hujan-hujanan di puncak Indomie...