Routers 14

Routers, yang katanya lulusan Hogwarts
.
Awalnya satu RT. Sampai mikir, becanda nih kalau kita satu penempatan. Eh taunya malah satu kecamatan.
Menjadi seorang perempuan diantara dua lelaki ini kadang ada senengnya, kadang ada sebelnya.
Dua lelaki yang malah lebih rewel kalau masalah makanan, kebersihan, dan baju diskon. Jadi perempuan di antara mereka kadang aku jadi harus lebih logis dan tangguh, sebentar mengesampingkan sisi 'F' yang dominannya keterlaluan. Jadi perempuan diantara mereka sudah kebal dibilang cengeng, rapuh, lemah, penakut, walaupun nyatanya cuma di bibir aja. Nyatanya yang buatin bubur waktu meriang ya mereka ini, yang kirimin paket kebahagiaan berupa seamplop surat yang isinya penguatan ya mereka, yang stand bye pasang telinga kalau keluh kesah tiba-tiba harus tumpah ya mereka, yang nungguin Ayen di kamar sebelah sampai bener-bener tidur ya mereka ini. Maklum, Ayennya penakut.

Dari mulai melewati dua jembatan putus, hujan-hujanan di puncak Indomie tanpa kejelasan, menginap di rumah orang secara mendadak lagi dan lagi karena jalanan Routa yang selalu sulit diprediksi, buka puasa di atas rakit, melewati bukit penyesalan lalu bukit menangis yang melegenda, jadi bulan-bulanan di desa orang, haha hehe dari satu rumah ke rumah yang lain dengan senyum terbaik padahal secara psikologis lagi nggak oke, cabe-cabean di jalanan licin berumur sampai dibilang menyalahi norma, berjalan berkilo kilo meter karena nggak nemu kendaraan, hampir mendadak jadi bidan desa, terjebak pada masalah permotoran orang yang rusak di tengah jalan, jatuh dari motor, badan remuk, jalan kaki di hutan malam-malam karena motor mogok, lecet-lecet karena nyungsep ke semak-semak, dimakan agas, diomongin, diterima dengan tulus, hp masuk sungai, bikin jalakote di rumah orang, sampe dihafal sama tetangga di tiga desa, makan anoa dan jonga bersama, makan bakso semangkok bertiga, mengarungi danau towuti bersama yg terkenal banyak buayanya, sampai secara random ke Toraja, makan PH di Kendari dan nonton bad genius.
Sudah berfilm-film ditonton bersama, sudah banyak adegan drama di dapur, sudah banyak memori-memori dari yang secara profesional sangat penting sampai hal-hal dan obrolan receh sekalipun, kita lalui bersama.
Kita akur terus?
Big no. Karena terlalu sering bareng, jadi ada banyak sekali kesempatan kita storming, jd banyak sekali peluang kita berantem. Sesekali karena hal penting, proker kecamatan dan jadwal turun misalnya, tapi lebih sering lagi karena hal-hal mikro kurang penting.
Sekarang foto nya di buraken dulu, nanti foto barengan lagi di patung liberty ya.
Much love!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IELTS Test: Process Over Result

Buku Kehidupan Si Anak Rantau

Aku Akan Sibuk