Perempuan Perekayasa Rasa (Tiga Purnama Pertama menjadi PM)
Keadaan memang bukan variabel bebas yang dapat dengan mudah direkayasa. Perempuan itu bukan Tuhan yang bisa menghentikan hujan yang tiba-tiba datang, jembatan yang tiba-tiba roboh, atau ketidakberharapan lainnya. Namun satu barang tentu bisa direkayasa olehnya adalah rasa. Itu satu hal yang pertama dipelajari oleh perempuan itu di tiga bulan pertamanya di penempatan. Setelah tahu bakal ditempatkan di Konawe, maka yang terbayang adalah hamparan laut biru yang membentang, namun ternyata lekukan hijaunya gunung dengan birunya langitlah yang menggantikan. It was oke. She likes mountain too. Selain Jawa, perempuan itu belum pernah menginjakkan kaki di pulau lain di Indonesia. Pulau baru di manapun itu, akan menyenangkan untuk jiwanya yang petualang. Sekilas tentang perempuan itu, ia berangkat jauh meninggalkan kehidupannya yang terlalu hingar bingar di pusat negeri, sudah barang tentu banyak pertentangan terjadi. Berbagai pertanyaan menggoyahkan hilir mudik hadir dari san...