Aku yang Lelah Berspekulasi


Ini malam yg tidak biasa. Anginnya cukup nyaman untuk membuatku betah berlama lama membuka jendela kamarku, duduk memandangi semburat awan dan bulan yang hanya separuh. Biasanya jendela kamarku selalu tidak berani kubuka, karena hujan yang datang tanpa permisi dan angin yang menusuk buku buku tulang.

Aku terkesan diam dan lama tak menulis, begitu katamu?

Bukannya aku tak punya perasaan. Sama sekali bukan itu. Melainkan karena keresahanku telah lenyap di hari hari ku yang lelah, karena keraguanku terhadapmu telah terjawab di doa doaku, dan spekulasi spekulasi tanpa dasar sudah sirna terbawa hujan.

Aku berproses, kamupun iya. Kamu di sana baik baik saja dan itu cukup. Aku hanya ingin memberi tahu bahwa aku pun semakin baik di sini. Perasaan yang kamu sebut tidak manusiawi itupun sudah lebih masuk akal: 
kamu yang tanpa kabar dan aku yg kehabisan dasar untuk berspekulasi.
Kamu yg selalu penuh tanda tanya dan aku yg cukup dengan segala batas keberanian yg aku punya. 

"Jadi maksudmu?" Pasti kamu bertanya. 

Biar ku perjelas: Aku menutup jendela yg pernah kamu buka dan aku membuka jendela baru untuk kamu yg lain...

*Oia, jangan lupa dengan jaketmu, di luar pasti dingin. Sampai bertemu lagi di sini dengan aku yang baru dan kamu yang baru," pesanku padamu.

...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

IELTS Test: Process Over Result

Buku Kehidupan Si Anak Rantau

Aku Akan Sibuk