Aku Akan Sibuk
Satu ritual penting di bulan Ramadhan yang tidak boleh dilewatkan adalah ketika waktu menunjukkan pukul 16.00-17.30, itulah cooking time mempersiapkan menu berbuka puasa bersama ibu di dapur. Dulu kami bertiga, bersama mbak juga, namun sekarang kami hanya berdua, aku dan Ibu. Dan cooking time kali ini entah mengapa mendadak jadi spesial. Sebenarnya ini berawal dari pertanyaan isengku,
“Bu, mpun biasa ya nek cewek-cewek mriki tibane ya nikah sama tetanggane dewe?”
(Bu, emang sudah biasa ya kalau cewek-cewek di sini nikahnya ya sama tetangganya sendiri?)
Ibu menjawab, “Yo akehan ngono nduk, apa maneh anak wadon" (ya emang kebanyakan seperti itu, apalagi anak perempuan.)
Dengan bersikap sesantai mungkin, sambil mulai mengaduk adonan tempe goreng, aku bertanya lagi, “Emange Ibu pengene Ayen nikah kalian wong pundi?” (memangnya kalau Ibu, inginnya Ayen nikah dengan orang mana?)
diamsejenak, sepertinya pertanyaan tadi terkesan lebih serius dari yang aku harapkan. Buru-buru aku menambahkan, “Hehe, sek suwi Bu, mboten usah dipikir, jodoh kan urusan Allah.” (hehe, masih lama kok itu Bu, tidak perlu dipikirkan, jodoh kan urusan Allah). Saat aku mulai konsen dengan kegiatan menggoreng tempe mendoan, Ibu angkat bicara.
“Mbiyen si Ibu kepikiran pengen duwe menantu dokter, nek bisa ya wong cedak wae, hla ngkonek Ayen adoh, mbak Niken adoh, Ibu karo sapa? Tapi saiki Ibu juga mikir, jodohmu rak wis ditentukke Gusti Allah. Asal iku jodoh abadimu, yo rak apa. Ngerti apa kui jodoh abadi? Jodoh sing saling setia, mung kematian sing bisa misahke, mengkone kalian bakal ditemokke maneh ning Surgane Gusti Allah.Insya Allah kaya mbakmu iku. ”
(Dahulu si Ibu berfikir punya menantu dokter, kalau bisa ya orang sini-sini saja. Kalau Ayen jauh Ibu sama siapa di sini? kan mbak Niken sudah jadi orang jauh sekarang. Tapi sekarang Ibu juga berfikir, toh jodohmu pasti sudah ditentukan Allah. Asalkan itu jodoh abadi untukmu, ya tidak ada masalah. Tahu tidak apa itu jodoh abadi? yaitu jodoh yang saling setia, dan hanyalah kematian yang bisa memisahkan di dunia ini, insya Allah akan bertemu kembali di Syurga. Insya Allah seperti mbak mu itu.)
Jodoh abadi? Lalu, Siapakah jodoh abadiku?
“Eh, tempene geseng Yen!” aku buru-buru mengangkat tempe yang udah mulai over cooked.
“Emange Ayen wis ana pandangan meh karo sapa?”(memangnya Ayen sudah ada pandangan ingin menikah dengan siapa?)
*gubrak*
“Yo dereng lah Buu, masih lama, hmm empat tahun lagi, hehe”(Ya belum lah Bu, kan masih lama, masih empat tahun lagi)
Ibu menyambunglagi, “Sing penting berdoa, ben jodoh sing teka dudu jodoh sementara, tapijodoh abadi...”(yang penting berdoa selalu, agar jodoh yang datang adalah jodoh abadi, bukan jodoh sementara)
...
Aku mengira topik ini akan jadi angin lalu saja, tapi siapa sangka, topik ini pun ternyata berlanjut...
Seusai salam shalat maghrib berjamaah, ketika aku mulai membuka buku do'a, Ibu yang duduk di sebelahku meneruskan
“Carilah suami yang pintar agamanya agar nanti bisa menjadi imam keluargamu. Tidak harus kaya raya, asal punya pekerjaan tetap dan bisa menafkahi keluarga. Berdo’alah, agar Ayen dipertemukan dengan dia, sang sosok yang ditunggu itu. Tunggu saja sampai waktunya tiba. Bisa jadi sekarang dia sedang sibuk mempersiapkan diri agar nanti saat waktunya tiba, dia siap menjemputmu, tidak ingin mengecewakanmu,ingin menjadi yang terbaik untuk Ayen. Ayen pun juga harus begitu. Nanti ketikadia datang, ingat, setiap manusia sehebat apapun dia tetap punya kekurangan,cintailah tidak hanya kelebihannya, namun juga kekurangannya...”
Aku jadi mengingat, selama ini seusai Shalat, pernah kah aku mengucap doa untuk memohon dipertemukan dengan seseorang sosok pendamping terbaik hidupku?
Petuah sakral Ibu masuk melalui telinga kemudian menancap di hati, tidak harus kujawab Bu,cukup aku patuhi. Fix, daftar doaku harus ditambah...
Sebuah pertanyaan muncul dalam benakku, “Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang?” yang buru-buru aku jawab sendiri, “Hmm, sepertinya empat tahun ke depan aku akan sibuk, sibuk untuk mempersiapkan diri, agar nanti ketika waktu itu tiba, aku pun juga siap.”

Agen Sbobet
BalasHapusAgen Slot Terbaru
Nonton Movie Sub Indo