Angsa dan Merpati

...
...


Dahulu kala ada seekor angsa yang bersahabat dengan seekor burung merpati. Mereka bertemu ketika usia mereka menginjak masa-masa remaja. Walaupun mereka berbeda, tetapi banyak persamaan di antara mereka. Si angsa dan si merpati sama-sama pintar, dan banyak teman-teman mereka yang mengagumi mereka. Mereka juga aktif bergerak dan mencoba hal baru.
Angsa tidak cantik, dia hanya angsa biasa namun dia berhati baik, humoris dan selalu percaya diri. Merpati kerap sekali memuji Angsa karena sikap positif yang selalu bisa membuatnya semangat.

Kepribadian Merpati yang menarik membuat dia memiliki banyak teman, dan dia sering memenangkan lomba antar hewan di hutan, lomba apa saja. Angsa pun kerap memujinya, terlebih karena Merpati bisa membuat puisi dan lagu yang sangat indah. Puisi adalah hal yang sangat disukai Angsa.
Terkadang keduanya saling bertukar puisi dan tertawa bersama.
Waktu-waktu saat mereka bersama sangatlah indah. Angsa bersyukur memiliki sahabat seperti Merpati.
Sayangnya kebersamaan itu tidak bertahan lama, Angsa dan Merpati harus berpisah. Angsa harus tinggal di hutan dengan banyak sungai sedangkan Merpati harus tinggal di hutan dengan banyak pohon-pohon tinggi. Keduanya memiliki mimpi yang ingin mereka capai.

Angsa dan Merpati sama-sama menyukai kegiatan mencari bunga di tengah hutan, namun saat itu Angsa memutuskan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di sungai karena di sanalah mimpi dia berada. Angsa dan Merpati jadi jarang bertemu.

Mereka hanya sesekali bertemu saat ada musyawarah seluruh hewan di hutan. Tidak banyak waktu yang bisa mereka habiskan untuk berbincang-bincang dan saling bertukar cerita serta semangat seperti dahulu kala. Hanya seulum senyum dan tatapan mata yang singkat.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun.

Angsa sibuk dengan angsa-angsa lain di pinggir sungai dan Merpati sibuk dengan merpati-merpati lain di pucuk pohon tinggi. Angsa merindukan canda tawanya dengan Merpati. Suatu hari Angsa menceritakan Merpati kepada teman-temannya, namun teman-temannya berfikir bahwa Angsa menyukai Merpati. Kabar itupun menyebar sangat cepat di hutan. Tanpa diketahui Angsa, kabar itu telah sampai di telinga Merpati.

Hari itu Merpati sangat sibuk karena dia semakin banyak teman, dia harus menjelajah ke puncak gunung dan mencari pokok-pokok pohon yang indah dan rindang. Puisinya semakin terkenal di sentero hutan dan semua hewan mengenal sosoknya. Merpati baru mendengar kabar itu dan Merpati tidak senang dengan itu.

Waktu kembali berjalan dan mereka berdua belum juga bisa bertemu. Suatu saat Angsa menemukan Merpati termenung sendiri di pucuk pohon. Dia memintanya turun dan mencari ikan bersamanya, namun Merpati pergi dalam diam tanpa mengatakan apapun. Angsa merasa sedih dan bingung, dirinya khawatir jika dia telah berbuat salah dengan Merpati, sahabat yang dulu sangat dia kagumi.

Angsa kemudian berfikir bahwa mungkin dirinya berbuat salah dengan Merpati. Angsa pun memutuskan untuk menuliskan pesan kepada Merpati sebelum Angsa pergi jauh meninggalkan hutan itu. Namun balasan tidak kunjung Angsa dapatkan. Angsa sangat sedih, karena kehilangan seorang teman.
Angsa harus pergi, dan kini mereka berdua terpisah semakin jauh dan tidak ada kesempatan untuk bertemu. Angsa kembali mengirimkan surat kepada Merpati menceritakan semua kegundahannya, dia ingin kembali berteman dengan Merpati. Seperti dulu kala.

Sayangnya Merpati tetap diam dan Angsa pun telah lelah berusaha. Sampai akhirnya Merpati harus pergi ke tempat yang sangat sangat jauh, yang bahkan tidak bisa Angsa bayangkan. Angsa hanya mengucapkan selamat tinggal dalam hatinya dan berdoa semoga Merpati selalu baik-baik saja.
Angsa memang menemukan banyak sahabat baru, kesenangan baru, tempat baru namun Merpati tetap akan menjadi salah satu sahabat terbaik yang pernah ada...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IELTS Test: Process Over Result

Buku Kehidupan Si Anak Rantau

Aku Akan Sibuk