Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Buah dari Setahun Journaling

Gambar
Tidak semua orang bisa jadi penulis. Kemampuan merangkai kata-kata yang padu, indah, relevan dan sampai di hati pembaca itu pasti sebuah talenta yang hanya dimiliki segelintir orang. Oleh karena itu tidak perlu lah semua orang di dunia ini menjadi penulis. Itu yang dulu aku katakan pada diri sendiri awal 2022 ketika terbersit niat untuk menulis buku. Padahal saat menulis dua lembar pertama, aku cukup percaya diri. Terlebih setelah mendapat dorongan dari teman-teman untuk segera menerbitkan buku sendiri. Namun kepercayaan diri itu juga nyatanya diuji dengan rasa ragu dan khawatir. Ragu jika apa yang dituliskan itu tidak layak dibaca orang lain. Khawatir jika buku yang sudah terbit nanti dihujani kritik oleh orang lain. Self-limiting belief (keyakinan yang membatasi diri) saat itu cukup kuat hingga membuatku memutuskan untuk berhenti menulis buku. Keinginan untuk menjadi penulis buku itu pun aku kubur dalam-dalam. Tapi aku tetap menulis. Hampir setiap hari selama setahun penuh. Namun b...

Buku Kehidupan Si Anak Rantau

Gambar
Beberapa hari menghabiskan waktu di kampung halaman membuatku banyak berpikir tentang konsekuensi dari merantau jauh dari rumah. Setelah dua kali kehilangan anggota keluarga tanpa sempat menemani hari-hari akhirnya, aku jadi sadar ini konsekuensi nyata yang harus ditanggung oleh seorang perantau. Otakku mulai membuka buku-buku memori, mencoba menelusuri perjalananku merantau dari yang hanya sebuah cita-cita seorang anak kecil hingga kemudian menjalaninya sendiri selama lebih dari 10 tahun terakhir. Kalau dipikir-pikir, keinginan merantau itu awalnya banyak dipengaruhi oleh buku-buku yang aku baca sejak kecil. Sebelum mengenal media sosial seperti pada generasi zaman sekarang, hari-hariku saat usia Sekolah Dasar banyak dihabiskan membaca buku -buku roman Negeri 5 Menara, Laskar Pelangi dan Harry Potter. Kamu bisa tebak apa kesamaan dari ketiga tokoh di dalam roman tersebut? Betul, ketiganya adalah p erantau. Baik Alif, Ikal dan Harry, ketiganya sama-sama merantau ke negeri yang baru de...

Serigala Hitam dan Jurus 4M

Gambar
"Seperti apa bentuk serigala putih dan serigala hitam dalam dirimu?" Pertanyaan tersebut menjadi pemantik diskusi di sebuah sesi retreat yang aku ikuti sore kemarin. Rasanya seru saat diberi waktu khusus untuk benar-benar melakukan evaluasi ke dalam diri. Mengakui keberadaan sisi 'putih' dan sisi 'hitam' di dalam satu tubuh. Serigala putih dilihat sebagai dorongan ke arah lebih baik, sedangkan serigala hitam dilihat sebagai penghambat. Misal, kita pengen bisa menyelesaikan tantangan 30 Hari Menulis. Serigala putih kita bisa berbentuk rasa semangat, optimisme, pantang menyerah, fokus dan bahagia saat menulis. Sedangkan rasa malas memulai, takut kena kritik, menunda-nunda menulis, tidak sabaran sampai di hari terakhir, itu beberapa contoh jelmaan serigala hitam.  Setelah masing-masing selesai dengan refleksi individu, kami diminta saling berbagi di lingkaran besar. Fasilitator kemudian kembali melempar pertanyaan kepada peserta, "Lalu, apa yang kita perlu l...

Pembuat Skenario Paling Sempurna

Gambar
Lagi-lagi, pun setelah kejadian ini, aku percaya tidak ada satupun di dunia ini berdiri sendiri. Semua saling mempengahuri tanpa kita sadari. Dari satu kejadian ini juga aku makin yakin bahwa Allah Swt adalah perancang skenario terbaik yang pernah ada, yang menggerakkan semuanya dengan sangat sempurna sampai membuat hambaNya sering kali kehilangan kata-kata. Pengalaman ini terjadi Oktober 2017 silam saat aku sedang menjalankan tugas sebagai Pengajar Muda di Walandawe, sebuah desa di kecamatan terjauh di Konawe, Sulawesi Tenggara. Saat itu belum ada sinyal telepon dan internet sama sekali. Listrik juga masih terbatas. Untuk bisa mengakses sinyal, aku perlu menumpang kendaraan untuk sampai di perusahaan tambang dan meminjam WiFi di sana, yang jauhnya sekitar 3-4 jam perjalanan. Selama beberapa hari di bulan Oktober itu, aku sering bermimpi buruk. Dalam mimpi itu, aku berulang kali bermimpi Bapakku meninggal. Sebelum menghembuskan napas terakhir, beliau memanggil-manggil namaku yang sedan...

Gaya Kepemimpinan

Gambar
Ternyata tidak cuma berpakaian. Memimpun pun ada gayanya. Beberapa hari lalu, di sebuah forum pencalonan pemimpin komunitas, saya ditanya begini, "Gaya kepemimpinan seperti apa yang kamu miliki?" Wah menarik!  Setelah mengalami beragam pengalaman memimpin dan dipimpin, aku jadi tergelitik berefleksi lebih dalam mengenai gaya kepemimpinan yang 'aku' banget. Walaupun aku tetap percaya tidak ada satu gaya yang cocok untuk semua. Namun dari kajian Ustadz Adi Hidayat tadi pagi, ada resep utama yang perlu diingat oleh setiap pemimpin. Pemimpin yang sukses itu dekat dengan Allah dan ini dengan mudah tercermin dari bagaimana dia memimpin dirinya. Kata Beliau lagi, kondisi kepemimpinan umat cerminan dari kualitas diri pemimpinnya. Kalau kepemimpinannya ngawur, bisa jadi ada hal yang harus dibenahi terlebih dahulu dari pemimpinnya. Kalau begini, betul apa yang salah seorang katakan, "Pemimpin itu sudah selesai dengan dirinya sendiri." Dia menguasai kemampuan untuk mem...

Senja yang Dirindukan

Gambar
Waktu itu, saat duduk melingkar dengan teman-teman, kami membahas sebuah pertanyaan, "Apa yang membuatmu takut?"  Jawaban salah satu teman membuatku menyadari sesuatu. Dia bilang begini, "Aku lebih takut tua dan tidak berdaya, dari pada kematian." Kematian hal yang pasti, tapi tidak harus tua dulu untuk merasakan mati. Banyak yang mati sebelum sampai pada masa tuanya. Aku jadi bertanya kepada diri sendiri, jika boleh meminta, seberapa lama ingin hidup di dunia? Di mana setiap merayakan ulang tahun, kita akan selalu mendapat doa yang sama: selamat panjang umur dan bahagia. Namun kenapa seorang filsuf Yunani sebaliknya bilang begini? "Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua." Kalau kamu mengamini yang mana? Jika diibaratkan, kehidupan di dunia itu layaknya pergantian waktu dalam sehari di mana kita memulai kehidupan saat matahari terbit dan mengakhiri kehidupan saat matahari terbenam, kapa...

Pelajaran Berharga dari Sebuah Pembiasaan

Gambar
Dari proses membangun kebiasaan-kebiasaan baru belakangan ini, ternyata ada hal-hal menarik yang aku baru tahu tentang diriku sendiri.  Tidak hanya kemudian aku mempunyai kebiasaan baru seperti olah raga setiap pagi, makan sayur dan buah setiap hari, membaca dzikir pagi & petang, journaling dan lain sebagainya, tapi selama proses jatuh bangunnya itu, aku merasa lebih dekat dan kenal dengan diriku sendiri. Dan ini yang menurutku lebih berharga dari punya kebiasaan itu sendiri. :) Sebelum membahas lebih jauh ke sana, aku mau berbagi dulu kenapa kemudian aku fokus membangun kebiasaan baru akhir-akhir ini. Awalnya karena adanya kebutuhan untuk berubah menjadi lebih baik dan untuk menuju perubahan itu butuh sebuah proses panjang yang menuntut pembiasaan dan konsistensi. Contohnya salah satu alasan aku olah raga setiap pagi dan makan sayur & buah setiap hari adalah agar aku bisa tetap fit sampai tua nanti, Insya Allah. Jika cuma olah raga dan makan sehat satu kali seumur hidup, y...

"Aku tidak Produktif"

Gambar
Karena hari ini hari Jumat, mari sejenak berkontemplasi, dari angka 1-10 di mana sepuluh adalah paling produktif, seberapa produktifnya kamu pekan ini?  Dulu, dan kadang-kadang sampai sekarang, aku melekatkan kata produktivitas dengan seberapa banyak pekerjaan yang bisa aku selesaikan. 'Pekerjaan' di sini maksudnya pekerjaan di kantor dan tugas-tugas yang harus diselesaikan di dunia profesional. Semakin banyak surel yang aku kirim, rapat yang aku pimpin, dan deretan to-do list yang bisa aku coret dalam satu hari, aku menjelma jadi orang paling produktif sedunia karena s etiap detiknya berhasil aku dedikasikan untuk bekerja.   Every second is money. Sebaliknya, jika dalam sehari aku tidak menyentuh pekerjaan kantor sama sekali, aku menilai diriku tidak produktif. Ekstremnya, ketika aku harus pergi ke rumah sakit untuk berobat atau tiba-tiba ditelpon keluarga di tengah jam kerja, aku merasa itu buang-buang waktu, karena setiap detik yang harusnya bisa aku gunakan untuk bekerja ...

Jurus Menghadapi Pedasnya Kalimat Netizen

Gambar
Apa kalimat paling menyakitkan atau bikin kesel yang pernah kamu dengar? Aku mau berbagi beberapa di sini. Kalimat-kalimat yang masih segar di ingatan, walaupun didengar sudah bertahun-tahun yang lalu. Tidak cuma kalimatnya, tapi bahkan masih ingat dari siapa, dalam keadaan seperti apa dan perasaan-perasaan setelahnya. Aku minta maaf dulu di awal jika mungkin ada kalimat-kalimat ini yang memicu emosimu. "Tidak semua orang cocok dengan pekerjaan ini, aku liat kamu termasuk yang tidak cocok." "Aku baru sadar ternyata warna kulitmu itu gelap dan enggak rata ya." "Jangan pakai hitam, nanti kamu yang sudah hitam makin enggak keliatan." "Yaampun buluk banget, mana ada cowok yang mau." "Anaknya kerempeng banget Pak kayak triplek," seseorang mengatakan ini kepada Bapakku. " Ada kesempatan buat ikut mentoring nih. Tapi dalam Bahasa Inggris. Kamu enggak papa? Takutnya kamu kesulitan." "Kamu sekarang umurnya berapa sih? Coba deh ka...

Mengalibrasi Niat

Gambar
Beberapa hari yang lalu, seorang teman berbagi refleksinya, "Aku khawatir, jangan-jangan aku melakukan ini semua bukan karena Allah, tapi diri sendiri." Tidak lama setelah itu,  satu pesan yang aku dapat dari intro email- nya AAplus menyampaikan hal yang senada: Di awal tahun seperti ini, di mana banyak hal-hal baru ditargetkan, harapan-harapan baik dipanjatkan, aku melihat pesan-pesan tadi datang sebagai sebuah alarm untukku untuk menjawab sebuah pertanyaan dasar: Sebenarnya deretan target-target itu aku lakukan untuk apa? Padahal segala sesuatu itu tergantung niat dan tujuan. Padahal tanpa diniatkan untuk Allah semata, semua jadi tidak ada artinya. Ngeri membayangkan saat sudah susah payah bekerja di dunia, rela berlelah-lelah sampai mengorbankan banyak hal lain, tapi di akhirat nanti sia-sia karena ternyata niatku selama ini entah apa. Bukan karena mengharap ridho Allah tapi karena ingin memberi makan ego sendiri. Ego untuk bisa dipandang karena jabatan atau kesenangan-k...

Life at Ashoka

Gambar
Sebelum mulai membuka lembaran-lembaran baru kehidupan di 2023, aku ingin merayakan sesuatu dulu: proses pendewasaanku selama 4,5 tahun ke belakang bersama Ashoka. Teman-teman dekatku sering ikut terkagum-kagum bagaimana bisa aku yang gampang bosan ini bertahan di kantor yang sama selama hampir lima tahun, di saat mereka sudah pindah ke dua atau tiga tempat berbeda. Sampai-sampai salah satu temanku bilang, "Lama-lama nama belakang kamu ganti jadi Ayendha Ashoka." 🤣 Tidak selalu nyaman untuk menceritakan domain kehidupan yang satu ini (pekerjaan) secara blak-blakan. Namun sepertinya tidak ada salahnya berbagi refleksi di hari ini, untuk setidaknya mengingatkan diriku sendiri bagaimana aku berproses di Ashoka. Aku masih ingat dengan jelas bagaimana bersyukurnya aku di hari pertama bergabung sebagai tim di bulan Juli 2018. Aku yang saat itu masih sering punya sindrom impostor tidak percaya kalau aku yang kemampuan Bahasa Inggris nya pas-pasan, tidak punya latar belakang di bid...

Manusia Seutuhnya

Gambar
Satu dari banyak kesyukuran setahun kebelakang adalah kesempatan untuk bisa membawa diri yang utuh di pelbagai situasi. Hal ini pula yang aku harap bisa terus dibudayakan olehku dan lingkunganku di setahun mendatang. Perenungan ini hadir setelah sesi ngobrol dengan seorang teman yang ternyata sedang terpaksa berkompromi dengan dirinya sendiri setiap hari. Mendengarnya bercerita, membawaku kembali ke masa di mana aku pernah merasa hal yang sama. Dari kaca mataku, manusia sebagai makhluk yang terbentuk dari beragam persona, sungguh cakap dalam beradaptasi demi mendapatkan rasa aman dan diterima di lingkungannya. Kita pandai memilah mana bagian diri yang harus ditunjukkan lebih dominan dari bagian diri yang lain, mana bagian yang harus ditutup rapat-rapat demi menjaga suatu image atau citra diri. Karena hal itu, kita diterima, kita terlihat sama dan 'cocok' dengan lingkungan kita, walaupun mungkin ada harga yang harus dibayar, yang seringnya hanya cuma bisa dirasakan oleh diri sen...