Senja yang Dirindukan

Waktu itu, saat duduk melingkar dengan teman-teman, kami membahas sebuah pertanyaan, "Apa yang membuatmu takut?" Jawaban salah satu teman membuatku menyadari sesuatu. Dia bilang begini, "Aku lebih takut tua dan tidak berdaya, dari pada kematian."

Kematian hal yang pasti, tapi tidak harus tua dulu untuk merasakan mati. Banyak yang mati sebelum sampai pada masa tuanya. Aku jadi bertanya kepada diri sendiri, jika boleh meminta, seberapa lama ingin hidup di dunia? Di mana setiap merayakan ulang tahun, kita akan selalu mendapat doa yang sama: selamat panjang umur dan bahagia. Namun kenapa seorang filsuf Yunani sebaliknya bilang begini? "Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua." Kalau kamu mengamini yang mana?

Jika diibaratkan, kehidupan di dunia itu layaknya pergantian waktu dalam sehari di mana kita memulai kehidupan saat matahari terbit dan mengakhiri kehidupan saat matahari terbenam, kapankah waktu terbaik yang ingin kamu rayakan? Apakah di masa kanak-kanak dan masa muda seperti sejuknya pagi hari, atau saat beranjak dewasa seperti teriknya siang hari, atau sebelum kemudian menjadi tua seperti senja yang menunggu terbenamnya matahari? 

Setelah beberapa saat berefleksi, aku sendiri tidak yakin apakah aku ingin hidup sampai senja, karena kehidupan dan kematian bukan sesuatu yang bisa kita pilih, tapi Allah Swt pilihkan untuk kita. Namun jika senja itu datang juga, aku berharap semoga senjaku damai, dipenuhi rasa syukur dan penerimaan yang utuh, jauh dari rasa bersalah atau penyesalan. Senja yang tetap berdaya untuk menebar kebaikan sampai matahari benar-benar tenggelam. Senja yang lengkap dengan semburat dan ketidaksempurnaannya. Senja yang hanya bisa dijemput setelah melewati warna-warni pagi dan jatuh-bangun di siang hari. Senja yang dipersiapkan sejak saat ini. 

Kalau kamu, senja seperti apa yang kamu rindukan?

#Day24



Komentar

Postingan populer dari blog ini

IELTS Test: Process Over Result

Buku Kehidupan Si Anak Rantau

Aku Akan Sibuk