Pelajaran Berharga dari Sebuah Pembiasaan

Dari proses membangun kebiasaan-kebiasaan baru belakangan ini, ternyata ada hal-hal menarik yang aku baru tahu tentang diriku sendiri. 

Tidak hanya kemudian aku mempunyai kebiasaan baru seperti olah raga setiap pagi, makan sayur dan buah setiap hari, membaca dzikir pagi & petang, journaling dan lain sebagainya, tapi selama proses jatuh bangunnya itu, aku merasa lebih dekat dan kenal dengan diriku sendiri. Dan ini yang menurutku lebih berharga dari punya kebiasaan itu sendiri. :)

Sebelum membahas lebih jauh ke sana, aku mau berbagi dulu kenapa kemudian aku fokus membangun kebiasaan baru akhir-akhir ini. Awalnya karena adanya kebutuhan untuk berubah menjadi lebih baik dan untuk menuju perubahan itu butuh sebuah proses panjang yang menuntut pembiasaan dan konsistensi. Contohnya salah satu alasan aku olah raga setiap pagi dan makan sayur & buah setiap hari adalah agar aku bisa tetap fit sampai tua nanti, Insya Allah. Jika cuma olah raga dan makan sehat satu kali seumur hidup, ya pasti mustahil untuk bisa fit sampai tua nanti.

Proses membangun kebiasaan baru itu sendiri ternyata punya tips-tips yang bisa diikuti. Bagi yang mengikuti buku Atomic Habit-nya James Clear sepertinya bisa menjabarkan dengan detail satu per satu: membuat kebiasaan tersebut terlihat, menarik, mudah dan menyenangkan. Yang pasti tidak instan dan butuh resiliensi dan kesabaran. Nah, tulisan ini bukan untuk mengulas buku Atomic Habit atau cara-cara membangun kebiasaan, tapi lebih kepada refleksi pribadi: apa hal-hal yang aku baru sadari tentang diriku sendiri yang sebelumnya luput terobservasi. 

Pertama, ternyata aku butuh aktivitas fisik di pagi hari untuk memulai hari dengan penuh semangat, fokus dan riang gembira. Cukup nyata bedanya ketika aku tidak sempat olah raga atau bersih-bersih rumah, dan langsung buka laptop untuk bekerja. Biasanya yang terjadi adalah aku sudah kehabisan energi, tidak fokus dan bad mood sebelum siang tiba. Hal lain yang aku pelajari tentang tubuhku adalah aku butuh bergerak secara aktif agar sirkulasi darah di tubuhnya bisa lancar. Biasanya setelah bangun pagi tubuhku panas tapi kakiku dingin. Setelah olah raga dan berkeringat, semua kembali ke suhu normal. Sekarang bukan lagi karena ingin fit di masa tua, tapi memang butuh olah raga dan bergerak aktif di pagi hari. Check!

Kedua, ternyata makin sering aku menulis, makin mudah untukku menstrukturkan pikiranku baik untuk menulis untuk konteks pekerjaan atau berkomunikasi sehari-hari secara verbal. Aku membandingkan masa-masa sekarang saat aku sedang senang-senangnya menulis setiap hari dengan masa di mana aku banyak melewatkan hari-hari tanpa menulis. Di hari-hari tanpa menulis itu, aku merasa pikiranku ramai, hiruk pikuk dan ruwet. Aku butuh waktu lama untuk sekedar membalas pesan singkat atau surel karena terlalu banyak berpikir.

Ketiga, ternyata aku menyukai sense of accomplishment, perasaan berhasil mencapai sesuatu. Aku jadi sadar kalau aku mudah menyerah jika dalam proses mencapai sesuatu itu terlalu melelahkan atau menyulitkan. Tapi kalau dalam prosesnya aku bisa merasakan perasaan berhasil, walau kecil, itu cukup untuk terus memotivasiku. Contoh kecilnya adalah saat sedang menuntaskan 30 Days Writing Challenge (Tantangan 30 Hari Menulis) seperti yang sedang aku lakukan sekarang. Tidak mudah untuk membiasakan menulis minimal 200 kata setiap hari. Tapi demi mendapatkan centang hijau dari kakak pendamping di grup, aku bisa bela-belain nulis walau energi tinggal 5%. Karena sensasi keberhasilan  (walau cuma dapat centang hijau) itu menyenangkan buatku.🤣

Keempat, ternyata cara memutus kebiasaan buruk adalah dengan menggantinya dengan kebiasaan baik. Selama ini aku sempat pesimis, "Bagaimana ya caranya agar tidak sering-sering liat YouTube atau Instagram? Bagaimana ya agar tidak malas-malasan kalau siang?" Setelah fokus pada kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih baik, kebiasaan-kebiasaan buruk sebelumnya pun berangsur bisa diatasi. 

Setelah menyadari hal-hal ini, aku jadi merasa sedang menjadikan diri sendiri sebagai objek percobaan dan menyenangkan rasanya bisa menjadi saintis untuk diri sendiri. Kesadaran-kesadaran ini semoga tidak berhenti di sini, tapi makin dalam dan kaya. Kalau kamu, apa hal baru yang kamu pelajari selama proses membangun kebiasaan baru?

"Force it until you feel it" 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IELTS Test: Process Over Result

Buku Kehidupan Si Anak Rantau

Aku Akan Sibuk