"Aku tidak Produktif"

Karena hari ini hari Jumat, mari sejenak berkontemplasi, dari angka 1-10 di mana sepuluh adalah paling produktif, seberapa produktifnya kamu pekan ini? 

Dulu, dan kadang-kadang sampai sekarang, aku melekatkan kata produktivitas dengan seberapa banyak pekerjaan yang bisa aku selesaikan. 'Pekerjaan' di sini maksudnya pekerjaan di kantor dan tugas-tugas yang harus diselesaikan di dunia profesional. Semakin banyak surel yang aku kirim, rapat yang aku pimpin, dan deretan to-do list yang bisa aku coret dalam satu hari, aku menjelma jadi orang paling produktif sedunia karena setiap detiknya berhasil aku dedikasikan untuk bekerja. Every second is money.

Sebaliknya, jika dalam sehari aku tidak menyentuh pekerjaan kantor sama sekali, aku menilai diriku tidak produktif. Ekstremnya, ketika aku harus pergi ke rumah sakit untuk berobat atau tiba-tiba ditelpon keluarga di tengah jam kerja, aku merasa itu buang-buang waktu, karena setiap detik yang harusnya bisa aku gunakan untuk bekerja terbuang 'sia-sia'. Aku di masa lalu akan lebih mementingkan rapat malam dari pada makan malam dengan teman. Aku akan membawa laptop walaupun sedang berlibur ke pantai dengan pemikiran, "Ah, di sana bisa sambil mencicil pekerjaan." Aku akan memilih layanan pesan antar dari pada memasak, saat jam makan tiba.  

Lalu aku mulai mencari-cari life hacks dari para ahli manajemen waktu yang bertebaran di internet. Sebut saja seperti buku fenomenal 5am oleh Robin Sharma, Hyperfocus oleh Chris Bailey atau Atomic Habit oleh James Clear. Belum lagi tips-tips dari Mas dan Mbak influencer di YouTube atau Spotify. Sepertinya kamu juga familiar dengan konten-konten sejenis.

Sampai kemudian secara tidak sengaja aku sampai pada khutbahnya Dr. Omar Suleiman di YouTube yang judulnya "7 Ways to Increase Baraka in Your Time" (7 Cara Meningkatkan Keberkahan Waktumu). Alhamdulillah, sejauh ini, penjelasan dari Beliaulah yang membuatku punya perspektif berbeda terkait waktu dan produktivitas. Karena penjelasan beliau yang sangat jelas dan praktikal tersebut, aku sangat merekomendasikan ini sih untuk didengar semua orang, baik Muslim atau bukan, yang sedang merasa perlu meningkatkan produktivitas akan waktunya. 

Sebelum berbagi ke tujuh cara tersebut, video tersebut menyebutkan bahwa produktivitas berarti keberkahan. Mengejar produktivitas artinya mengejar keberkahan. Berkah dapat terasa dari berapa banyak yang bisa kita capai dalam waktu yang singkat. "Banyak" di sini, seperti penjelasan beliau, tidak melulu soal kuantitas tetapi kualitas. Kualitas ini nantinya Allah Swt yang nilai kelak di Hari Perhitungan. Konsep-konsep yang sering kita dengar dari para ahli di zaman sekarang pun ternyata sejalan dengan perspektif ini.

Tujuh cara tadi beliau ambil dari Sunnah Rasulullah Saw sebagaimana terangkum berikut:

1. Be Morning Person. Jadi manusia yang aktif di pagi hari. Ini aku merasakan sendiri. Semakin pagi aku bisa bangun dan bersiap, semakin bisa merasakan keberkahan waktu. Ingat konsep 5am-nya Robin Sharma?

2. Avoiding Sins and Drama. Hindari berbuat dosa dan drama sebisa mungkin, karena dosa mengambil keberkahan waktu, kecerdasan dan harta. Dosa memadamkan cahaya kehidupan. Dosa menjadikan diri tidak fokus dalam menentukan prioritas.

3. Spend time with family. Habiskan lebih banyak waktu untuk keluarga. Wah yang ini benar-benar jadi antidot dari praktik-praktik masa kini di mana orang yang sibuk di kantor dan jarang pulang ke rumah itu keren :')

4. Acts of Gratitude. Semakin banyak syukur, semakin banyak yang akan Allah berikan. Maka banyak-banyak bersyukur akan waktu yang diberikan. Salah satunya dengan melakukan sedekah waktu seperti melakukan kegiatan kerelawanan. Bukan uang yang didapat, tetapi ketenangan hati. Itu justru yang lebih mahal.

5. Memperbanyak bacaan Al Quran, terutama QS Al Baqarah. Ini ada Hadits-nya. Bisa dicek.

6. Memasukkan waktu untuk dzikir (mengingat Allah Swt) ke dalam rutinitas harian.

7. Banyak bergaul dengan orang soleh yang produktif agar selalu termotivasi dan terinspirasi.

Sumber lain yang aku temukan sangat membangun pemahaman terkait produktivitas adalah serial "Habits to Win Here and Hereafter" (Kebiasaan untuk Memenangkan Dunia dan Akhirat) oleh Dr. Tasneem Alkiek. Di sana Dr. Tasneem secara bertahap menjelaskan tentang pentingnya mengingat tujuan hidup, hal-hal yang terus memotivasi diri, hidup tanpa penyelasan sampai cara-cara mengatasi kebiasaan menunda-nunda.

Pelan-pelan perspektifku pun mulai berubah. Sekarang aku mulai bisa menikmati waktu-waktu dengan keluarga, untuk olah raga atau memasak, melakukan kegiatan sosial. Karena produktif (ternyata) tidak sesempit hanya dinilai dari banyaknya tugas-tugas kantor yang bisa diselesaikan. Produktif berarti seberapa amanah kita dengan tanggung jawab waktu yang telah diberikanNya untuk melakukan hal-hal yang mendatangkan ridho-Nya. 

Selamat menemukan makna keberkahan waktu versimu sendiri ya!

Saat bisa menikmati kegiatan sosial berlama-lama tanpa merasa bersalah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IELTS Test: Process Over Result

Aku Akan Sibuk

The Reward of Goodness is Only Goodness