Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Dear 2022. Part 1: Januari - Juni.

Gambar
Dear 2022, sebelum kamu kembali pada Pemilikmu, duduk dulu yuk sini sama aku. Kita ngobrol. Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan ke kamu. Kalau kamu masih ingat, awal-awal kita ketemu tuh agak canggung ya? Akunya seperti enggak siap-siap amat ketemu kamu untuk pertama kali. Mungkin karena banyak titipan dari Si 2021 yang harus aku lanjutkan bareng kamu, aku jadi belum kebayang hubungan kita harus kayak gimana. Tapi syukurlah kamu tetap mau bersabar sampai akhirnya kita bisa jalan bareng menuntaskan titipan ini sama-sama.  Kamu pasti masih ingat di bulan pertama kita ketemu itu, kamu pernah bilang, “We can’t prioritize everything in the same time.” Kita tidak bisa memprioritaskan semuanya dalam satu waktu. Aku ngerti banget kenapa kamu sempat emosi waktu itu. Bagaimana enggak? Aku paksa kamu ikut bertanggungjawab untuk tiga amanah yang aku ambil dalam satu waktu, padahal kamu sudah berkali-kali mengajariku untuk bilang ‘ENGGAK’. Untungnya ketiga itu adalah hal-hal yang sama-sam...

Apa yang Salah dari Resolusi?

Gambar
Saat memfasilitasi sesi check-in di rapat kantor beberapa waktu lalu, aku tergelitik untuk menanyakan bagaimana teman-teman di kantor melihat resolusi awal tahun. Apakah mereka tipe orang yang selalu membuat resolusi? Jika iya, seperti apa perjalanan resolusi masing-masing untuk tahun 2022? Tim Ashoka SEA Kesayangan Jawaban dari tim yang kebanyakan dari kantor Indonesia dan Filipina itu ternyata beragam. Tapi satu hal menarik dari percakapan itu adalah kami punya pandangan yang lebih dalam dari sekedar membuat daftar panjang resolusi untuk menyambut tahun baru..  Buatku pribadi, pergantian tahun tidak begitu spesial di kalangan keluargaku. Dulu ketika masih SMP, aku dan keluargaku hanya akan nonton TV bersama untuk melihat konser atau pertunjukan kembang api. Itupun kalau ingat. Kalau sedang sama-sama sibuk, ya tidak ada yang berbeda dengan hari-hari biasanya selain bahwa setiap tanggal 1 Januari, sekolah libur. Setelah beranjak dewasa dan aktif bermasyarakat, aku jadi ikut-ikutan...

Ke Sarai Bagian 3: Sebuah Kepasrahan

Gambar
Cerita bagian ketiga ini pun dimulai sejak aku melangkahkan kaki di Kapal Cantika 9E dari Pelabuhan Seba menuju Pelabuhan Tenau. Setelah membenahi barang di basecamp sambil diiringi genjrengan gitar lagu Sampai Jumpa -nya Endank Soekamti yang menyahat hati, akupun diantar ke pelabuhan oleh teman-teman. Sepuluh hari yang terasa seperti sepuluh menit itu akan segera berakhir. Melihat kapal yang dengan gagah menyandar di pelabuhan, badanku yang semenjak tadi rileks segera memasuki moda siaga: jantung berdetak lebih kencang, perut mulas-mulas dan overthinking memikirkan banyak hal. Hatiku mulai was-was membayangkan akan di atas kapal sendirian tanpa orang yang dikenal selama 12 jam (atau bahkan lebih). Tapi apa mau dibuat, this too shall pass . Sempat mencelos karena kehabisan tiket kamar VIP agar tidak harus tidur di barak terbuka, tapi berkat jaringan orang dalam anak-anak PM ini, akhirnya aku tetap dapat kamar VIP spesial dari nahkodanya! Tanpa tambahan biaya pula! Benar-benang the po...

Ke Sarai Bagian 2: Berbagi DNA

Gambar
Setelah tiga hari dua malam , akhirnya sampai juga di Pulau Sabu. Sungguh sebuah perjalanan yang panjang. Sesampainya di Pelabuhan Seba, aku langsung disambut oleh wajah-wajah yang terlihat dan terasa familiar. Anak-anak muda dengan rompi Pengajar Muda-nya, berkulit gelap, berdandan seadanya, tapi berenergi luar biasa. Disapa mereka rasanya seperti disapa diriku sendiri tiga tahun yang lalu :') Jadilah bagian kedua dari seri Ke Sarai ini akan lebih banyak bercerita tentang 10 hari mengulang pengalaman menjadi Pengajar Muda (PM), lewat dinamika bersama enam Pengajar Muda Sarai beserta semestanya. Bagi yang belum tahu tentang program pengiriman PM oleh Indonesia Mengajar, setiap daerah penempatan biasanya akan bersepakat dengan IM untuk 4 atau 5 tahun program. Setiap tahunnya diisi oleh angkatan yang berbeda. Saat aku ditempatkan di Konawe dulu, aku merupakan PM tahun kedua di daerah. Bagi teman-teman PM yang aku temui di Sarai saat ini, mereka adalah PM tahun keempat atau tahun ter...

Ke Sarai Bagian 1: Menyapa Laut Sabu

Gambar
Berhubung kita sudah di penghujung pandemi dan aktivitas kini sudah mulai berangsur normal, aku ingin mengambil waktu sejenak untuk mengilas balik beberapa momen penting di masa-masa pandemi tiga tahun ke belakang. Salah satunya adalah saat berkesempatan melakukan perjalanan ke timur Indonesia, tepatnya ke Sabu Raijua (Sarai), Nusa Tenggara Timur. Enggak nyangka sudah lebih dari setahun aku terus menerus menunda untuk menuliskan ini. :’) Sebelum makin terlambat, mari kembali mengais-ngais ingatan yang tersisa dari perjalanan ke Sarai 28 Agustus - 11 September 2021 lalu. Karena ini akan jadi cerita yang panjang, jadi akan aku bagi tulisannya ke tiga bagian ya, biar jadi semacam cerbung. 😀 Sebagai konteks, aku ke Sarai untuk melakukan kunjungan lapang ke teman-teman Pengajar Muda (PM) XX Indonesia Mengajar Kabupaten Sabu Raijua. Sungguh sebuah kehormatan mendapat kesempatan untuk site visit ini karena biasanya hanya para staf senior Indonesia Mengajar yang diberangkatkan. Namun karena ...