Constant Struggle

Dokumen pribadi

Inspirasi tulisan ini sebenarnya hadir karena sebuah kejadian kurang menyenangkan. Otak dan tanganku saat itu sedang enggak sinkron. Menjadikan jari telunjuk sebelah kananku terjepit daun pintu saat hendak menutup pintu kamar. Rasanya kaget lalu disusul nyut-nyutan dan rasa sakit. Ada bekas biru keungu-unguan dan memar yang bertahan sampai tiga hari. Selama itu pula jari-jariku yang lain bersusah payah menggantikan peran si jari telunjuk yang sedang dibebastugaskan sampai rasa sakitnya benar-benar hilang. Setelah kejadian itu, aku jadi tertarik memikirkan bagaimana aku biasanya merespon sebuah kejadian yang tidak menyenangkan, baik itu terjadi kepada jasmani atau ruhani. Karena sejatinya itu enggak enak, maka biasanya saat berdoa, aku akan memohon agar dihindarkan dari segala ujian, cobaan atau musibah yang bisa bikin aku merasa susah, sedih atau terluka. Tapi karena insiden terjepit tadi, aku jadi merasa ada yang salah dari apa yang aku mintakan ke Allah SWT. "Apa mungkin kita bisa selalu bahagia dalam hidup tanpa menghadapi masalah?"

Nyatanya Pencipta kita sendiri saja sudah menggaransi ini, in case kita lupa ya: لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِى كَبَدٍ ٤. Indeed, we have created humankind in constant struggle (QS Al Balad: 4). Bahwa kita manusia sudah pasti, 100%, berada dalam susah payah. Mungkin kita enggak sadar, tapi dari sejak di dalam kandunganpun kita terus menerus diuji dan bersusah payah. 

Tapi, sebenarnya kenapa harus gitu ya? Bukannya untuk Dia Yang Maha Mampu mudah saja menjadikan pain-free life buat kita?

Bukan hanya agar hidup kita jadi terasa lebih seru seperti adegan di drama Korea, tapi Allah tuh pasti punya maksud dari diciptakannya ujian, cobaan dan musibah untuk kita. Di momen-momen seperti kejadian tangan terjepit tadi, atau saat sedang menghadapi ujian yang lebih besar dari itu, respon pertama yang biasanya muncul adalah, “Oh Allah, why me? Kenapa harus aku?”

Dan lagi-lagi, Allah selalu punya cara untuk mengingatkanku yang pelupa ini. Kadang Ia mengingatkan lewat kajian yang aku ikuti, atau channel YouTube yang sedang aku tonton, atau perkataan seseorang ketika sedang ngobrol. Bahwa ternyata maksud Allah memberi ujian, musibah dan rasa susah payah itu manis banget, akunya saja yang kadang enggak sabar untuk memahami dan menerima. Semoga sebagian dari pengingat-pengingat ini bisa bantu aku dan kamu untuk tetap berprasangka baik sama Allah ya.

Pertama, “Whenever Allah desires good for someone, He tries him with hardship.” [Sahih Al-Bukhari]. Kita diuji karena Allah sedang menginginkan kebaikan untuk diri kita. 

Kedua, No fatigue, nor disease, nor sorrow, nor sadness, nor hurt, nor distress befalls a Muslim, even if it were the prick he receives from a thorn, but that Allah expiates some of his sins for that.” [Sahih Al-Bukhari] . Tidak ada suatu kelelahan, atau penyakit, atau kesengsaraan, atau kesedihan, tidak juga rasa sakit hati yang menimpa seorang Muslim, bahkan jika itu adalah sebuah tusukan dari duri, melainkan bahwa Allah akan menghapus beberapa dosanya karena hal itu. 

Ketiga, “Allah does not require any soul more than what it can afford (QS Al Baqarah: 286)” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Musibah itu diujikan ke kita, bukan ke orang lain, karena Allah tahu kita sanggup memikulnya. 

Keempat, “So, surely with hardship comes ease. Surely with ˹that˺ hardship comes ˹more˺ ease. (QS Al Insyirah: 5-6)”. Allah mendatangkan kesulitan sepaket dengan kemudahan. Bersama loh, bukan setelah. Kemudahannya double pula! 🙂  

Dan masih banyaaaak lagi ayat-ayat Al Quran dan Hadits yang bisa bantu kita mengubah cara pandang dari “Allah setega itu sama aku” menjadi “Allah sebaik itu sama aku.” Insya Allah ya guys ya. 

Kadang memang sulit menemukan hikmah dari sebuah kejadian, atau bisa jadi kita enggak pernah tahu hikmah apa dibalik kejadian yang menimpa kita sampai ajal menjemput. Satu yang pasti, semua Allah desain karena Dia sayang dan menginginkan hal baik untuk kita, karena Allah pengen menghapus dosa-dosa kita, karena Allah yakin kita sanggung memikulnya, dan karena Allah berjanji akan membantu kita dengan mendatangkan dua kemudahan untuk satu kesulitan yang kita rasakan.

Jadi konsepnya bukan mengejar pain-free life tapi bagaimana kita bisa menjadi manusia yang lebih baik di mata Sang Pencipta melalui rasa sakit dan susah payah itu. Sekarang doanya direvisi dari “Ya Allah, jangan beri aku ujian yang susah-susah ya” menjadi “Ya Allah, kuatkan pundakku untuk setiap ujian yang Engkau berikan dan berikan aku kebaikan karenanya.” :)

#30DWC #30dwcjilid40 #Day11




Komentar

Postingan populer dari blog ini

IELTS Test: Process Over Result

Buku Kehidupan Si Anak Rantau

Aku Akan Sibuk