Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Melangkah

Gambar
Tak satupun dari kita yang diam di tempat. Kau dan Aku yang tadinya meragu kini mulai menciptakan langkah. Berpindah satu petak pun tak apa, karena langkah tetaplah berbilang dari titik nolmu. Kini Aku di tengah upayaku, seperti saat-saat sebelum ini, sendirian. Aku sekarang sedang melangkah sediri, kadang kulihat kau ada beberapa langkah di depanku, lalu kupercepat langkah agar setidaknya aku sejajar denganmu. Agar kita pun bisa berdiskusi tanpa jarak. Namun nyatanya itu tak bertahan lama. Rasanya kini langkahmu kian cepat dan aku di belakangmu. Ah, mungkin hanya sesekali rasanya aku bisa melangkah di depanmu. Tak apa, aku selalu menikmati segalanya. Masa-masa kita saling menciptakan langkah. Kadang melaju kadang melambat. Bukan untuk saling menyombongkan diri dan menjatuhkan yang lain, tapi untuk saling mengingatkan. Kau tidak tahu? Mengingatkan kalau kau dan aku harus sama-sama melangkah, mungkin sekarang dengan jalan yang berbeda, tapi kita sama-sama tahu jalan ini berujun...

Surat Untuk Tuhan

Gambar
Tulisan Saya ketika kelas 1SMA. Sebuah pengingat dari masa lalu. Ceritanya Saya yang dulu sedang "curhat" dengan Tuhan :) Ya Tuhan, aku ingin mengadu. Akhir-akhir ini aku tidak bisa tidur, memikirkan dia. Setiap aku memejamkan mata, aku takut dia akan menyeretku dan memaksaku untuk mengikutinya. Ketika aku termenung sendiri, dia mendatangiku kemudian tertawa terbahak-bahak. Menertawakan aku. Aku memeluk ibuku mencari perlindungan, tapi ketika aku mengadukannya, tiba-tiba dia menghilang begitu saja. Ketika aku bersama teman-temanku, dia juga tidak berani muncul. Mungkin dia takut akan dimarahi teman-temanku. Namun, ketika aku sampai di rumah, dia mendatangiku kembali, memarahiku. Katanya aku adalah orang yang bodoh dan sombong. Dia selalu melarangku untuk melakukan hal-hal konyol.  Terkadang aku marah padanya, ketika aku bertanya, “Kenapa kau mengataiku sebagai orang bodoh?” dia tidak mau menjawab. Dia hanya berkata, “Lihatlah orang lain!” sambil menunjukkan aku ora...

Chiang Rai: Land beyond the sky

Gambar

Hati

Gambar
Ketika sebuah cinta membuat hidupmu makin rumit, diam dan istirahat lah sejenak.  Mungkin kau kelelahan hingga matamu tak lagi melihat keindahan.  Barangkali hatimu telah terlanjur tergadaikan untuk yang satu hingga tak ada lagi hati tersisa untuk yang lain.  Berbicara tentang hati tidak sebatas pada menyukai dan tidak menyukai orang lain. Berbicara  tentang hati menuntut kita memahami hakikat diri. Nanti ketika akal tidak lagi mampu menuntunmu melewati hidup, maka biarkan hati yang mengambil alih tugasnya.  Kenapa?  Karena hati tak pernah berdusta, karena hati dengan sederhana akan menuntunmu kembali ke jalan yang benar.  Maka ketika rasa cintamu padanya semakin rumit, berbijaksanalah untuk bertanya pada hatimu. Siapakah sebenarnya yang patut dicintai di dunia ini?  Percaya padanya bahwa hati tak pernah berdusta. Hati akan selalu memilihNya, pemilik sejati... :)

Aku Akan Sibuk

Gambar
Satu ritual penting di bulan Ramadhan yang tidak boleh dilewatkan adalah ketika waktu menunjukkan pukul 16.00-17.30, itulah  cooking time  mempersiapkan menu berbuka puasa bersama ibu di dapur. Dulu kami bertiga, bersama mbak juga, namun sekarang kami hanya berdua, aku dan Ibu. Dan  cooking time  kali ini entah mengapa mendadak jadi spesial. Sebenarnya ini berawal dari pertanyaan isengku, “ Bu, mpun biasa ya nek cewek-cewek mriki tibane ya nikah sama tetanggane dewe?”   (Bu, emang sudah biasa ya kalau cewek-cewek di sini nikahnya ya sama tetangganya sendiri?) Ibu menjawab,  “Yo akehan ngono nduk, apa maneh anak wadon" (ya emang kebanyakan seperti itu, apalagi anak perempuan.) Dengan bersikap sesantai mungkin, sambil mulai mengaduk adonan tempe goreng, aku bertanya lagi, “ Emange Ibu pengene Ayen nikah kalian wong pundi?”  (memangnya kalau Ibu, inginnya Ayen nikah dengan orang mana?) diamsejenak, sepertinya pertanyaan tadi terkesan le...

Malu Menerimanya

Gambar
Bagi sebagian orang, mimpi tak ubahnya sebuah bintang yang berkelap-kelip nun jauh di sana. Dia indah sekali dipandang, menyilaukan mata, menjadi sumber energi untuk kehidupan jiwanya, namun bukan berarti mustahil untuk membawanya ke bumi, jika kamu mau. Itulah kenapa bahwa ada sebagian yang percaya bahwa mimpi tidak sejauh yang orang-orang pikir. Dan Salah satu dari sebagian orang itu adalah dia. Dia menyebut perjalanan ini sebagai perjalanan membumikan mimpi. “Mimpimu itu tak akan sampai di bumi dan hanya menggantung di atas langit sana bila tak ada usahamu membawanya ke bumi,” katanya. Maka kamu akan bertanya Apakah akan sulit? Tentu saja. Mungkin beberapa di antara kamu setuju denganku tentang ini. Hakikatnya hanya ada dua hal penting yang penting dilakukan untuk menjemput mimpimu itu. Satu: kau harus berani mendekat pada mimpimu. Jauh memang, panas pula, belum lagi banyak badai awan dan tekanan yang mungkin bisa saja menghentikan langkahmu. Dua yang tidak ka...

Inilah Pengorbanan yang Sesungguhnya

Gambar
Ceritanya Saya ini sedang ngepost tulisan-tulisan Saya yang bersarang di folder "iseng nulis" Saya dari pada hanya jadi konsumsi pribadi, dan ternyata dulu Saya pernah nulis tulisan ini. Jadi ingat ketika masa-masa capek latihan aerobik, capek yang bikin seneng. :) Tanggal 20 November 2011. Jam menunjukkan 06.00. Gladiator, depan Gedung Graha Widya Wisuda Institut Pertanian Bogor sudah ramai oleh mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB). Visi mereka sama, meraih piala aerobik 2011. Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Terlihat antusiasme dari wajah-wajah ceria mahasiswa TPB IPB angkatan 48. Terdengar sorak sorai yel-yel dan jargon dari setiap kelas. Gladiator benar-benar digoncang. Bagaimana tidak, hari ini diadakan penilaian aerobik sekaligus kompetisi memperebutkan piala aerobik. “Ini tidak hanya sebagai penilaian mata kuliah olah raga dan seni untuk mahasiswa TPB, tetapi sudah menjadi ajang tahunan yang akan membawa nama baik kelas masing-masing. Kelas y...

Sebelum Kuterima Nikahmu

Gambar
Untuk kamu, seseorang yang namanya tertulis di lauhul mahfuz untukku. Aku berbicara mewakili cewek, perempuan, wanita, ataupun akhwat yang sekarang sudah, sedang, atau akan merasakan “ Cinta ”. Perasaan yang secara harfiah dan indah telah Tuhan ciptakan di antara dua manusia. Tahukah kamu bahwa hakikatnya aku ini spesial? Pastinya kamu tahu bahwa aku diciptakan Tuhan dari tulang rusukmu. Pernahkah kamu berpikir kenapa tulang rusuk? Dan bukan tulang kepala atau tulang kaki? Maaf aku lupa siapa yang mengatakan ini tapi yang jelas diciptakannya aku dari tulang rusukmu pasti ada maksudnya. Karena hakikatnya aku tidak ingin melebihimu dan berada di atasmu apabila Tuhan menciptakan aku dari tulang kepalamu. Aku juga tidak ingin berada di bawahmu dan dengan leluasa kamu rendahkan apabila Tuhan menciptakan aku dari tulang kakimu. Tapi aku ingin selalu dekat di hatimu agar kamu selalu mengingatku dan mencintaiku. Aku juga ingin dekat dengan tanganmu agar selalu kau tuntun ke jalanNya. ...

Kematian

Gambar
Sejatinya sebuah pertemuan akan selalu diiringi perpisahan. Dan begitu pula dengan setiap kehidupan pasti diiringi kematian. Bagi sebagian orang kematian menjadi sebuah momen yang menakutkan, “sudah, jangan ngomong tentang kematian.” Celetuk orang-orang itu. Bagi mereka kematian merupakan sesuatu yang memberikan suasana ngeri untuk dibicarakan bahkan dibayangkan.  Namun bagi sebagian orang yang lain, yang sangat sedikit jumlahnya, mereka sangat mengerti hakikat kematian. Mereka yakin bahwa itu adalah gerbang menuju kehidupan yang lebih kekal, lebih nyata, dan lebih lama dari dunia ini. Bagi orang-orang terpilih itu (begitu aku menyebutnya), kematian bukanlah sesuatu yang tabu atau mengerikan untuk dibicarakan namun justru perlu diingat dan dicamkan dalam hati yang terdalam. Mereka yakin akan satu fakta tak terbantahkan: “setiap yang hidup, aku, kamu, pasti akan mengalami momen ini, kematian.”   Lalu Aku termasuk orang yang mana? Aku belum bisa masuk pada kategori or...

Aku dan Episode bersama Q09

Gambar
Bagiku, hidup ini layaknya sebuah film panjang yang dibangun dari banyak episode. Dan bagiku episode bersama Q09 adalah episode yang sungguh bermakna dalam film ini... -Semua berawal dari sebuah hari senin yang sungguh tak biasa- Perkenalkan, namaku Ayen, pemeran utama dalam film ini. Aku ditakdirkan diterima di kampus IPB lewat snmptn tertulis, jadi bagiku, hari itu senin yang sungguh senin yang luar biasa karena hari itulah untuk pertama kalinya aku berkuliah dan aku resmi menjadi seorang mahasiswi, luar biasa bukan? Hari inilah, di mana lakon-lakon episode penting ini muncul satu per satu dengan berbagai macam karakter, bersatu dalam satu plot bernama: Q09 yang tiba-tiba berubah menjadi Q Kyuu. Sebagai pengantar saja, aku yakin orang-orang itu (KGS Amir Amrullah, Arif Nur Hidayat,..) menyesal tak ikut tampil dalam episode ini.  MPKMB telah usai, registrasi asrama pun sudah, paling tidak ada banyak referensi nama mahasiswa angkatan 48 di dalam memori otakku namun...

Indahnya sebuah persahabatan

Gambar
Sungguh Allah adalah Tuhan yang menyayangi hamba-hambaNya Aku hanya meminta satu sahabat, Dia berikan aku lebih, bersama sahabatku, aku memohon satu kebahagiaan dariNya, Allah memberikanku kebahagiaan yang melimpah Allah sungguh Maha Mengerti, ketika aku sedih dan merasa semuanya terlihat buruk di depan mataku, Dia kirimkan kepadaku orang-0rang yang special, yang mau meminjamkan telinganya untuk mendengarkan ceritaku… yang mau meminjamkan lidahnya untuk menasehatiku dan memotivasiku… yang mau meminjamkan tangannya untuk menggandeng tanganku ketika aku kehilangan arah… yang mau meminjamkan jarinya untuk mengusap air mataku… yang mau meminjamkan pundaknya untuk bersandar… yang mau meminjamkan senyumnya untuk tetap membuatku tersenyum… ketika aku dirundung masalah, semangatku hilang entah ke mana, dan aku lupa cara tersenyum, siapa yang mengajariku tersenyum? mereka, Mereka yang selalu mau berbagi nikmat denganku… Ketika berjalan bersama mereka, jalan ...

Menjadi Bidadari-Bidadari Penghias Surga, Tetap Elok dan Terjaga

Gambar
“ Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) . Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya , maka nas i hatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya . Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. ” (Q.S. An Nisa’:34) Sudah menjadi kewajiban kita untuk mengimani perbedaan antara laki-laki dan wanita. Secara jelas, Allah telah menegaskan bahwa laki-laki berbeda dengan wanita, terutama dalam hal fadhail atau keutamaan-keutamaan diri serta dalam hal tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Allah menciptakan...

Di Balik Kata Mahasiswa

Gambar
Akhir-akhir ini, kehidupan kampusku bisa dibilang sangat klasikal. Sampai-sampai, semua yang dilakukan layaknya suatu kebiasaan yang tidak membutuhkan otak, yah karena semua itu terjadi secara spontan tanpa otak yang perlu berfikir bagaimana menjalankannya. Bangun subuh, mandi, shalat, makan, berangkat kuliah pukul tujuh, praktikum, lari-larian ke lab, terburu-buru mengejar deadline laporan, pre-lab, dan raker, pulang di sore hari disambung dengan kerja kelompok atau rapat sampai jauh malam kemudian ketiduran setelah sampai di tempat kos. Terbangunkan oleh kokok ayam di pagi hari? Kemudian gelagapan mengejar deadline tugas yang harus dikumpulkan hari itu juga? Tidur di kelas karena terlalu capai alasannya, bertumpuk-tumpuk di korfat mengerjakan laporan dari sumber yang sama? Jenuh atau acuh, entahlah mungkin lebih tepatnya rasa terjebak dengan zona nyaman ini. Sampai terkadang di sela-sela lamunan terbersit sebuah pertanyaan, “Apa dan untuk apa sebenarnya semua  ini?” ...

Bersyukur

Gambar
Seorang teman telah mengajariku untuk bersyukur lewat tulisan... Benar kata Ikal dalam novelnya yang berjudul Edensor, pernah membacanya? pengalaman itu bagaikan cahaya yg melesat di atas rel kereta api ketika gerbong kereta melewatinya, relative terhadap waktu walaupun hakikatnya cahaya itu punya kecepatan yang konstan. Kemampuan pengalaman dalam hal mencerahkan hidup seseorangpun relative tergantungnya pemaknanya. Terkadang pengalaman yang banyak menempa butuh waktu lama untuk mencerahkan namun tidak jarang dengan sedikit pengalaman langsung mencerahkan hidup sang aktornya, ya kira-kira begitulah yang aku tangkap. Semoga pengalaman demi pengalaman yang telah lama menempa ini adalah suatu bentuk alarm pribadi apabila nantinya aku terlupa, semoga cerita ini tak hanya sampai di hatiku saja tapi mencerahkan sahabat-sahabatku... Suatu takdir membawaku pada suatu penemuan ini... membawaku berterima kasih kepada beberap sosok yang telah mengubah pikiranku... Sosok s...

Take it Forward!

Gambar
Kindness is like a boomerang Pasti, dan saya yakin teman-teman pernah menerima berbagai bentuk kebaikan dalam hidup, bahkan sering. Pun begitu dengan saya. Beberapa hari belakangan ini, banyak sekali kebaikan yang saya terima dan mulai saya sadari. Sebut saja Mr x seorang Bapak penjual air galon yang mengembalikan dompet saya yang kebetulan jatuh di jalan, sebut saja seorang Mr. Y seorang kakak tingkat yang mengembalikan HP saya yang tertinggal di sebuah anak tangga di FATETA, sebut saja Mrs. Z yang menyilakan antrean toiletnya untuk saya karena melihat saya sudah tidak tahan menahan hajat, dan banyak sekali kebaikan lain yang akhirnya saya rasakan, dan saya sadari. Kemudian saya mulai berfikir, betapa masih banyaknya orang baik di dunia ini, khususnya di Negara kita lah ya. Nah, apakah kita termasuk orang-orang yang baik itu? Atau sebaliknya, kita adalah orang yang selalu menuntut kebaikan dari orang lain? Karena saya yakin teman-teman semua dan saya pernah menikmati ...

Tempat Singgah yang Indah

Gambar
“Ketika tiba saat PERPISAHAN, janganlah kalian berduka, sebab apa yang kalian kasihi darinyamungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan, seperti gunung agung yang nampak lebih agung dari pada padang dan daratan.”   –Kahlil Gibran- Ketika diminta merajut kembali memori setahun lalu maka jawaban setiap kita pasti berbeda. Ada yang akan menjawab dengan menggebu-gebu dengan senyum tak lepas dari raut wajah, ada pula yang akan menjawab dengan terbata-bata karena samar-samar memori itu telah hilang. Pun ada yang hanya diam, cukup mengingatnya dalam kalbu. Toh tiap kita berhak punya pemaknaan yang berbeda bukan pada memori setahun kebelakang? Entah benar atau tidak, entah mau atau tidak, memori setahun kebelakang itu sedikit banyak merubah kita. Proses berkenalan, mengenal satu sama lain, menyemat senyum di bibir masing-masing ketika saling bertegur sapa, berlontar tawa ketika dimensi waktu dan tempat antara kita bertemu, proses panjang yang akhirnya suks...