Satu Senyum untuk Satu Amanah
"Terima kasih ya Allah
atas dipertemukannya kami dalam beberapa perjalanan panjang yang sungguh sarat
makna.”
Bagaimanapun kalau
boleh dipikir, toh semua ini akan berlalu juga. Tanggal-tanggal penuh dengan
amanah itu pasti berlalu juga.
Namun apakah pantas
untuk membiarkannya mengalir tanpa keindahan yang mungkin sudah Allah siapkan
dengan syarat. Syarat untuk tidak menyerah, tidak bosan untuk berdoa, bertahan
dari setiap cacian, bersabar dari setiap penolakan, tersenyum untuk setiap
sindiran, dan tertawa untuk setiap keraguan. Kadang terbersit pertanyaan
“haruskah kita melepasnya? Membiarkannya begitu saja? Let it flow?”
Dan jawaban yang benar
menurutku adalah tidak. Karena setiap mimpi-mimpi yang telah terukir indah di
awal perjalanan ini tidak mungkin dikhianati. Wahai pribadi-pribadi yang sedang
memikul banyak amanah, wahai pribadi-pribadi yang padanya banyak urusan
digantungkan. Selagi masih ada waktu tersisa, jangan pernah ragukan
doa-doa yang telah dipanjatkan, jangan
pernah sangsikan keringat yang telah tercurahkan, dan jangan pernah remehkan
waktu dan pikiran yang telah terkorbankan.
Bertahanlah, walaupun
mungkin sungguh berat, penuh duka dan air mata, tanamkanlah keyakinan bahwa
kita hanya butuh berlari beberapa langkah lagi untuk menjemput akhir yang indah
untuk setiap perjalanan yang telah kita pilih.
Karena hakikatnya semua
usaha kita itu pasti akan terbayarkan, tunai di hari itu, di hari yang indah
itu...

Komentar
Posting Komentar