Aku dan Episode bersama Q09


Bagiku, hidup ini layaknya sebuah film panjang yang dibangun dari banyak episode. Dan bagiku episode bersama Q09 adalah episode yang sungguh bermakna dalam film ini...

-Semua berawal dari sebuah hari senin yang sungguh tak biasa-

Perkenalkan, namaku Ayen, pemeran utama dalam film ini. Aku ditakdirkan diterima di kampus IPB lewat snmptn tertulis, jadi bagiku, hari itu senin yang sungguh senin yang luar biasa karena hari itulah untuk pertama kalinya aku berkuliah dan aku resmi menjadi seorang mahasiswi, luar biasa bukan? Hari inilah, di mana lakon-lakon episode penting ini muncul satu per satu dengan berbagai macam karakter, bersatu dalam satu plot bernama: Q09 yang tiba-tiba berubah menjadi Q Kyuu. Sebagai pengantar saja, aku yakin orang-orang itu (KGS Amir Amrullah, Arif Nur Hidayat,..) menyesal tak ikut tampil dalam episode ini. 

MPKMB telah usai, registrasi asrama pun sudah, paling tidak ada banyak referensi nama mahasiswa angkatan 48 di dalam memori otakku namun sayangnya tak satupun nama yang aku kenal di daftar kelas Q09 yang baru saja ditempel di mading asrama A2. Oke fine, thankyou. Finally aku pun membuka hari yang sangat penting ini sendirian. RKU ... (aku lupa RKU berapa), tempat di mana aku merasa tercekik karena aku mendadak jadi seorang asing di sini. Baiklah, saatnnya mengeluarkan jurus SKSD. Hehe

Sekeras mungkin aku berusaha membuka diri, menahan diriku agar tidak melakukan hal konyol di depan teman-teman  baruku, memasang muka manis dengan senyum lebar sambil menempel logo di dahi berbunyi, “Aku orang baik lho...” mulailah berbagai percakapan singkat yang agak-agak kaku dan canggung. Kuliah hari ini sungguhlah berarti, membuatku menemukan dosen bahasa Indonesia yang perfectionis masalah EYD, mas Tri yang ternyata juga dari Pekalongan, dan dosen yang membawa kami pada lagu The more we get together, together, together...(Mr. G.) Membawaku menemukan kelompok paling keren selama di Q0; kelompok sosum (Raka, Om Bayu, Tanti, Yenni, yusuf, Radit).

Ah, adegan yang manis sekali. Walaupun aku yang dulu mencalonkan diri jadi sekretaris tapi gagal menjabat, hari ini tetap berkesan. Hehe

Oia, hari ini pun kami menobatkan seseorang yang sangatlah kami junjung selama setahun, seseorang yang lebih sering jadi tumbal kami, seseorang yang kadang naik darah ketika kami susah diatur, siapa dia??? Kita panggilpun, SAWI.....lalala yeyeye.

-Aku berusaha keras mengingat tapi tak banyak yang dapat kuingat-

Ya, setahun (kurang lebih) bukan waktu yang singkat bukan? It means, banyak sekali adegan-adegan yang telah kami lalui. Bagiku semuanya luar biasa, tetapi mungkin (bagiku) ada adegan-adegan di mana aku mendadak mendapat banyak pelajaran, yang akhirnya mendewasakan. Aku menghargai itu sehingga sebisa mungkin aku tuliskan dalam beberapa paragraf yang semoga dapat menjadi kata kunci setiap adegan-adegan itu agar nanti ketika rambut mulai beruban, atau ketika terpisah jasad dan nyawa ini, paragraf itu menjadi pengingat betapa muda itu indah...

Mungkin, untuk sebagian orang, perpisahan ini biasa saja, namun bagiku perpisahan berarti banyak hal. Perpisahan ini artinya aku tidak bisa lagi melihat orang-orang istimewa seperti kalian, tidak bisa lagi sms “Berangkat bareng ya...”, tidak bisa lagi foto-foto waktu kuliah berlangsung, tidak bisa lagi ngomentarin apapun tentang komti, tidak bisa lagi ngomongin temen-temen cowok tidak bisa lagi sepedaan ke cifor, tidak bisa lagi ketawa sampai perut mules gara-gara ulahnya Okta dan tidak bisa membanggakan lagi “Eh, Q09 tu asyik deh...

Banyak hal yang membuatku susah move on dari kelas ini. Tiba-tiba inget waktu mendadak terkenal gara-gara dapet 1juta dari mandiri, terus jadi punya julukan baru :nini, gara-gara entah kenapa pak Soedadi berkali-kali menyebut namaku, dan kemudian sempurna terulang di kuliahnya pak Bib yang memaksaku gk bisa ngantuk di kelas gara-gara namaku selalu dipanggil. Inget sama dosen PIP yang alih-alih ngajarin kita pelajaran PIP malah bernyanyi bersama dan membawa kami hafal dengan “Yuk ditumbuk padi ditumbuk” dan “badminton di mana-mana.” Inget gk sama asisten ekum kita yang pertama yang cantiknya minta ampun sampai jadi asprak favoritnya anak-anak cowok tapi kemudian digantiin asprak yg juga cantik kok tapi, hmmm....
Inget sama kak faisal, kak indri, kak desy...
Inget sama kak Ai, kak Haqqi, kak Balgies....


Ah, sudahlah, bergulirnya waktu toh bukan untuk memisahkan kita, tapi justru mendewasakan kita :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IELTS Test: Process Over Result

Buku Kehidupan Si Anak Rantau

Aku Akan Sibuk