Maaf, Aku Terlalu Jauh Melangkah
Untuk engkau yang seharusnya tidak berhak ku kenang, maafkan Aku terlalu jauh melangkah.
Waktu berjalan, banyak orang datang dan pergi silih berganti
dari hati, namun sempat kupikir engkaulau orangnya. Engkaulah Orang yang berhak Aku
tunggu karena kupikir engkaulah sosok itu. Suatu hari Aku pernah berfikir bahwa
cinta adalah hal paling absurd di dunia ini. Kadang bisa membuat orang bahagia
tidak karuan namun terkadang tega membuat orang menderita tidak kepalang,
mungkin hal itu benar, namun Aku akan selalu bersyukur atas semuanya, karena
ini akan jadi bukti bahwa Aku masih hidup dan Aku punya hati yang bisa merasa.
Mungkin ini cara Tuhan menampakkan yang tersembunyi, untuk
membangunkanku lagi, mengembalikanku lagi ke jalan yang seharusnya ku tempuh...
Karena saat-saat itu, saat-saat Aku merindumu, ketika dengan
tidak sengaja kau berbagi sedikit kebaikan yang salahnya Aku artikan terlalu
berlebih, ketika lemahnya iman mendominasi hati dan pikiran hingga Aku kian
kehilangan kendali atas perasaanku sendiri, ya semua itu menjelma menjadi suatu
cerita cinta yang indah untuk dirangkai dan dikenang.
Tanpa sengaja, maafkan Aku yang telah membaca bukti bukti tersirat itu. Tanpa sedikitpun kesengajaan yang akhirnya membuatku mengetahui semuanya
yang terpendam. Terpendam dalam diammu selama ini. Terima kasih atasnya karena Aku
menjadi mengerti dan tidak akan bingung lagi dengan tingkah lakumu.
Seseorang itu, yg telah membuatmu membisu karena matanya,
seseorang itu yang telah menerima lebih banyak kebaikan darimu, menerima
sepucuk surat darimu, merasakan banyak kenangan bersama, mungkin memang dialah yang
sosok yang tepat untukmu. Semoga dirinyalah yang selama ini engkau rindukan
untuk menoreh motivasi ketika kau mulai lelah, berlelah-lelah dengan cinta
untuk menggapai cintaNya, berbagi suka ketika kau berduka, menerimamu apa
adanya, menerimu sebagai imamnya...
Bolehkah Aku iri dengannya? Iri karena seseorang itu pasti
seseorang yang mulia hingga kau sangat menghormatinya, menghargainya,
menceritakannya dengan indah dalam siratmu.
Aku tidak marah denganmu , sama sekali tidak, apalagi
membencimu. Karena memang Akulah yang terlalu cepat menyimpulkan sebelum sempat
berpikir, merasakan sebelum sempat melogika. Akulah yang terlalu angkuh untuk
menerima bahwa kau juga berhak menyukai seseorang seperti hakku menyukaimu.
Sekarang saatnya Aku belajar menata hatiku kembali yang
sempat berserakan,mengokohkannya lagi untuk menghadapi hari-hari. Aku akan
belajar menyapamu tanpa ada lagi desir di hati, mengingatkanmu kebaikan tanpa
niat yang bengkok, berbicara denganmu tanpa ada perasaan aneh yang mengganggu.
Tepat seperti dulu, ketika belum ada episode di antara kita.
Sirat namamu dalam bait-bait halus kulminasi rasa ini
akan Aku buang sejauh-jauhnya, agar Aku siap menerima hati yang lain yang
dengan tulus menyukai seorang gadis apa adanya untuk pertama kali dalam
hidupnya. Akan kembali kudambakan seseorang yang akan segera menghapusmu dalam
hatiku. Mengisi kekosongan dalam hati sampai Aku dan dia terhimpun untuk
menjemput cintaNya yang agung.

Mantap teh, sekrng aku sedang mengalami yg seperti teteh ceritakan di blog ini, terimakasih sangat bermanfaat
BalasHapus