Surat Untuk Tuhan
Tulisan Saya ketika kelas 1SMA. Sebuah pengingat dari masa lalu. Ceritanya Saya yang dulu sedang "curhat" dengan Tuhan :)
Ya Tuhan, aku ingin mengadu.
Akhir-akhir ini aku tidak bisa tidur, memikirkan dia. Setiap aku memejamkan
mata, aku takut dia akan menyeretku dan memaksaku untuk mengikutinya. Ketika
aku termenung sendiri, dia mendatangiku kemudian tertawa terbahak-bahak.
Menertawakan aku. Aku memeluk ibuku mencari perlindungan, tapi ketika aku
mengadukannya, tiba-tiba dia menghilang begitu saja. Ketika aku bersama
teman-temanku, dia juga tidak berani muncul. Mungkin dia takut akan dimarahi
teman-temanku. Namun, ketika aku sampai di rumah, dia mendatangiku kembali,
memarahiku. Katanya aku adalah orang yang bodoh dan sombong. Dia selalu melarangku
untuk melakukan hal-hal konyol. Terkadang
aku marah padanya, ketika aku bertanya, “Kenapa kau mengataiku sebagai orang
bodoh?” dia tidak mau menjawab. Dia hanya berkata, “Lihatlah orang lain!”
sambil menunjukkan aku orang-orang yang hebat seperti sahabat-sahabatku. Aku
semakin bingung dibuatnya. Apa maksudnya Ya Tuhan?
Ya Tuhan, aku tidak menyalahkan Engkau
telah menciptakannya. Aku sudah berlari sekuat tenagaku, tapi dia tetap bisa
mengejarku. Aku sudah bersembunyi ditempat yang gelap agar dia tidak
menemukanku, tapi tetap saja dia tahu di mana aku bersembunyi. Akhir-akhir ini
aku dipaksa mengikutinya. Aku tidak tahu apakah dia juga makan nasi sepertiku,
tapi dia bisa berlari sangat cepat. Namun Anehnya, ketika aku harus menunggu
sesuatu, dia sangat lamban, aku sampai gemas melihatnya terseok-seok seperti
itu. Pernah suatu hari aku marah padanya karena dia selalu merusak rencanaku.
Namun, lagi-lagi aku tidak tahu apa maksudnya. Dia hanya berkata, “Ini semua
salahmu, bukan salahku!”
Aku sudah mencoba berteman dengannya,
tapi dia selalu menolak. Padahal, seorang sahabatku pernah memberitahukan aku
satu hal. Kata sahabatku itu, kalau aku dapat berteman baik dengannya, tidak
pernah membohonginya, dan selalu mengingatnya, aku akan diberi hadiah olehMu Ya
Tuhan...Apakah itu benar?
Kemudian ada satu lagi kalimat yang
selalu membuatku pusing. Tadi pagi aku mengusirnya. Namun dia berkata, “ketika
tiba waktunya aku akan meninggalkanmu. Asal kau tahu, aku hanya anugerah dari
TuhanMu untuk menemanimu di dunia ini.” Apa itu benar Tuhan?
Apakah benar kalau Engkau
pernah bersumpah demi dia? Apakah dia benar-benar berharga sehingga aku harus
selalu menjaganya?
Seharian ini aku memikirkannya. Aku merasa
bersalah karena aku selalu memarahinya. Aku rasa aku salah. Ya Tuhan, aku rasa
dia benar, aku harus berterima kasih telah mengirimkan dia ke dalam hidupku.
Mulai sekarang aku akan berusaha untuk menjaganya dan bersahabat dengannya.
Sekarang aku akan memanggilnya, “sang waktu”.

Komentar
Posting Komentar