Take it Forward!




Pasti, dan saya yakin teman-teman pernah menerima berbagai bentuk kebaikan dalam hidup, bahkan sering. Pun begitu dengan saya. Beberapa hari belakangan ini, banyak sekali kebaikan yang saya terima dan mulai saya sadari. Sebut saja Mr x seorang Bapak penjual air galon yang mengembalikan dompet saya yang kebetulan jatuh di jalan, sebut saja seorang Mr. Y seorang kakak tingkat yang mengembalikan HP saya yang tertinggal di sebuah anak tangga di FATETA, sebut saja Mrs. Z yang menyilakan antrean toiletnya untuk saya karena melihat saya sudah tidak tahan menahan hajat, dan banyak sekali kebaikan lain yang akhirnya saya rasakan, dan saya sadari.

Kemudian saya mulai berfikir, betapa masih banyaknya orang baik di dunia ini, khususnya di Negara kita lah ya. Nah, apakah kita termasuk orang-orang yang baik itu? Atau sebaliknya, kita adalah orang yang selalu menuntut kebaikan dari orang lain?

Karena saya yakin teman-teman semua dan saya pernah menikmati banyak sekali kebaikan dari orang lain, maka saya ingin bertanya, apa yang seharusnya kita lakukan setelah menerima kebaikan itu?
mengucapkan terima kasih? Ya tentu saja itu hal pertama yang harus dilakukan.
Lalu apa lagi? Membalas kebaikan kepada orang tersebut? Bagus dan keren sekali jikalau kita segera berfikir untuk membalasnya. Walaupun sebenarnya sebagian besar kebaikan yang pernah kita dapat, telah dilakukan dengan sepenuh hati, ikhlas memberi tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun. Memberi kemudian lupakan, tanpa mengungkit dan mengingatnya lagi. Nah, apa lagi sekarang?

Yeah, take it forward guys! Teruskanlah! Ibarat kebaikan-kebaikan itu sebuah rantai, maka jangan biarkan rantai itu putus di tangan kita. Teruskanlah kebaikan-kebaikan itu kepada orang lain di sekitar kita sebagai orang yang terdekat, di jalan tempat kita lewat, di majelis-majelis yang sering kita kunjungi, di dunia maya yang sering kita jelajahi, dengan tangan dan mulut kita, dengan handphone dan pulsa yang kita punya, dengan laptop dan akun medsos yang kita punya juga, dengan apapun...

Ingat, jangan biarkan rantai kebaikan itu berhenti di tangan kita karena siapa tahu dengan satu saja kebaikan yang kita kerjakan, kita telah menolong banyak orang, menyelamatkan umat, atau mungkin kebaikan itu akan menolong kita di detik-detik tersulit dalam hidup kita, atau...
Mungkin, itu jalan, jalan terkabulnya doa-doa kita, permintaan-permintaan kita yang selama ini dipanjatkan.
Besok, lusa, atau entah kapan waktu itu akan datang, kita segera menyadarinya, kita akan tahu kenapa hal ini dan hal itu terjadi.


Coba kita pikir, ketika semua orang di dunia ini berfikir untuk selalu meneruskan rantai kebaikan yang telah dia dapat, namun dengan tegas memutus rantai kejahatan yang sampai ke dirinya bukan alih-alih meneruskannya, maka mungkin LP akan sepi, majelis-majelis kebaikan akan ramai...




“Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba- hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". Dan siapa yang mengerjakan akan Kami tambahkan baginya pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (Asy Syuura 23)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IELTS Test: Process Over Result

Buku Kehidupan Si Anak Rantau

Aku Akan Sibuk