Perempuan Pejuang Pendidikan

Aku mengenal seorang perempuan yang pernah rela berbagi nyawa denganku. Ia yang dengan sikapnya memberiku gambaran bagaimana menjalani kehidupan sebagai perempuan. 

Saat muda dulu, teman-temannya memanggilnya perempuan pemberani. Dengan tubuhnya yang mungil, ia menjelajahi hutan, menaklukkan gunung, menelusuri sungai dan menjawab apapun rasa penasarannya. Kata ibu perempuan itu, untuk hal ketangguhan dan kepercayaan diri, perempuan itu tidak berbeda dengan laki-laki. Teman-temannya sering berseloroh, karena saking beraninya, perempuan itu akan tanpa ragu maju untuk membela teman-temannya, apapun kondisinya. 

Walau dulu impiannya jadi dokter harus sirna karena kondisi yang serba susah, Ia tak pernah sekalipun menyalahkan keadaan, apalagi orang tuanya. Prinsipnya, bukan jadi apa, tapi bisa melakukan apa. Dan benar adanya. Selama aku mengenalnya, Ia adalah sosok yang bisa melakukan banyak hal, meski tanpa harus jadi dokter. Saat belia, Ia dengan tenaganya yang tidak habis-habis itu akan siap berjalan kaki berjam-jam ke sekolah, lalu belajar menjahit, merias pengantin, membatik, ddan memasak hingga larut malam.  Tidak mengenal waktu, tidak mengenal tempat. Baginya, setiap hari dan setiap tempat adalah ladang untuknya belajar. Suatu hari ia menyampaikan, pendidikan harus dan layak diperjuangkan untuk kehidupan yang lebih baik. 

Keyakinan itu ia transimisikan kepadaku dan selalu jadi simbol kesyukuran kami. Tanpanya, banyak pintu mungkin akan tetap tertutup untukku. Tanpanya mungkin banyak jalan-jalan buntu tanpa arah. 

Perempuan pejuang pendidikan itu ibuku.

Selamat hari Ibu. Pertama dan utama untuk ibuku. Terima kasih karena sudah dan selalu menjadi madrasah utama tempatku belajar kehidupan.

Terima kasih karena telah memberiku gambaran bagaimana menjalani kehidupan sebagai seorang perempuan dengan banyak mimpi-mimpi.








Komentar

  1. Ini fotonya sedang dimana kan kok tempatnya menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kaak, wah senangnya dirimu berkenan berkunjung. Ini di Cirebon, tepatnya di Keraton Kasepuhan. Nanti kalau ke Cirebon ke sini ya.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

IELTS Test: Process Over Result

Buku Kehidupan Si Anak Rantau

Aku Akan Sibuk